Rabu, 16 Januari 2008

Mengintip Warga Asing di Kampus

Universitas Udayana (Unud) merupakan kampus negeri tertua di Bali. Keberadaan kampus Unud memang sangat memberikan dampak dan kontribusi terhadap dunia pendidikan tinggi di Bali pada khususnya. Ribuan mahasiswa tersebar dalam beberapa fakultas dan program studi yang tersedia. Kampus Bukit dan Kampus Sudirman ternyata tidak hanya menjadi tujuan dari mahasiswa yang berasal dari Bali ataupun yang berasal dari propinsi lain di Indonesia, akan tetapi akhir-akhir ini banyak kita temui mahasiswa warga negara asing yang menjadikan Unud sebagai tempat menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan. Sejauh mana sebenarnya keberadaan mereka di Unud dan apakah sisi menarik dan unik dari adanya mahasiswa warga negara asing ini?
Ahmad Tarmizi Bin Abubakar merupakan salah satu mahasiswa warga negara Malaysia yang melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Unud. Mizi, begitu dia biasa dipanggil, menuturkan, dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Unud, “Awak mendapat beasiswa yang menghantar pendidikan disini”katanya dengan logat Melayu yang masih kental. Mizi yang sudah tinggal di Bali sejak 2003 ini merupakan salah satu dari hampir 170-an mahasiswa warga negara Malaysia yang melanjutkan pendidikan di FK Unud.
“Kebanyakan teman-teman saya menggunakan jalur SPMB untuk kuliah di FK Unud dan ada juga yang mendapatkan beasiswa seperti saya” kata Mizi. Menurut Mizi, biaya pendidikan di Unud lebih mahal daripada di Malaysia, “Kalau dibandingkan, di Bali sebesar 400 juta selama 6 tahun sedangkan di Malaysia kurang lebih 130 juta selama 6 tahun”. Lalu apakah mengalami kesulitan selama tinggal di Bali? “Saya hanya kesulitan ketika mengucapkan bahasa karena ada sedikit perbedaan lafal Malaysia dengan Indonesia walaupun satu rumpun,” ungkap cowok hitam manis ini.
Kemudian ketika disinggung mengenai masa depannya di Bali, Mizi mengatakan, setelah selesai menempuh pendidikan di Unud, rencananya dia akan bekerja di Bali. Beasiswa yang didapatkan di Malaysia mensyaratkan dia harus mendapatkan pekerjaan di Bali. Ketika ditanya apa yang harus dilakukan Unud agar mampu bersaing di kancah global, Mizi mengatakan, “Seharusnya Unud dan universitas di Malaysia lebih sering mengadakan pertukaran pelajar sehingga tercipta kualitas mahasiswa yang betul-betul kompetitif untuk bersaing dalam era global ini.”
I Gusti Ngurah Andre Mahendra, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Ekstensi (Himapesi) Sastra Inggris, Fakultas Sastra Unud menyambut baik adanya mahasiswa asing yang menuntut ilmu di Unud. Program ini merupakan bagian dari program pemerintah di bidang pendidikan dalam hal pertukaran pelajar (student exchange).
“Adanya mahasiswa asing di beberapa fakultas akan lebih meningkatkan prestise Unud sendiri sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi negeri baik di dalam maupun diluar negeri. Walaupun dari segi tingkat SDM masih belum terjamin dengan adanya program pertukaran pelajar ini,” ujar cowok penghobi fotografi ini. “Segi positif dengan adanya mahasiswa asing di beberapa fakultas yang ada di Unud sendiri tentunya mahasiswa dapat berinteraksi dengan mereka dan secara tidak langsung kita dapat mempelajari bagaimana budaya, gaya hidup dan tentunya kita bisa beradu tingkat intelektualitas dengan mahasiswa asing. Artinya seberapa jauhkan tingkat intelektualitas antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa asing secara umum,” ucap Andre lagi.
“Unud sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia tentunya harus mampu meningkatkan SDM lulusannya. Selama ini tidak terlihat bperbedaan kualitas lulusan Unud dengan beberapa PTS lainya. Malah sebaliknya PTS berlomba-lomba meningkatkan SDM lulusannya dengan meningkatkan sarana dan prasarana bagi mahasiswanya. Bagaimana dengan Unud sendiri? Keberadaan mahasiswa asing di Unud diharapkan memacu mahasiswa kita mampu bersaing baik dari tingkat intelektualitasnya maupun SDM. Program pertukaran pelajar adalah perwakilan pelajar dari suatu negara yang memiliki kemampuan lebih sehingga dala hal ini tentunya mahasiswa Unud sendiri harus mampu menunjukan kemampuannya sebagai salah satu mahasiswa PTN di Indonesia.”
Sedangkan menurut I Kadek Budiarsa, Wakil Ketua Himpunan Jurusan Mahasiswa Ilmu Ekonomi FE Unud, dengan adanya mahasiswa asing di Unud tentunya merupakan sebuah prestasi bagi Unud itu sendiri. Karena dengan banyaknya mahasiswa asing di Unud membuktikan bahwa Unud dapat bersaing dengan universitas-universitas lainnya dalam hal pendidikan dan akan membantu perkembangan unud itu sendiri. Selain menuntut ilmu di Unud, mahasiswa asing tersebut tentu akan lebih mengenal lagi kekayaan budaya yang dimiliki oleh Pulau Bali ini. Dengan demikian diharapkan nantinya mahsiswa asing ini dapat mempromosikan keanekaragaman budaya Bali ke daerah asal mahasiswa asing tersebut sehingga nantinya akan semakin banyak warga asing yang tertarik dan berminat untuk berkunjung ataupun kuliah di Pulau Bali.
Sedangkan menurut Tari, mahasiswi Ekonomi yang sering ikut dalam survey penelitian ke lapangan ini mengatakan bahwa keberadaan mahasiswa asing di Unud memberikan warna tersendiri bagi kampus, “Kita dapat lebih menambah cakrawala karena mereka dapat memberikan informasi-informasi baru terutama tentang negara mereka kepada kita. Selain itu mahasiswa asing tersebut kelak jika kembali ke negara asalnya dapat memberikan kesan dan dapat menyampaikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Bali”, imbuh cewek yang punya hobi belanja ini.
(Sadhu)

1 komentar:

Kavi BorLand mengatakan...

mahasiswa asing di kampus bukit mana..





kaviborland.blogspot.com